• Akhyar Puji Anak-anak Penghafal Juz 30 Al-Quran Siswa Perguruan Kesatria

    • 1 Maret 2020
    • Posted By : admin
    • Komentar Dinonaktifkan pada Akhyar Puji Anak-anak Penghafal Juz 30 Al-Quran Siswa Perguruan Kesatria
    • anak Penghafal Juz 30 Al-Quran perguruan kesatria

    Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution Msi mengapresiasi 14 pelajar penghafal Juz 30 Al Qur’an di Perguruan Kesatria Medan.

    “Alhamdulillah… kalian masih kecil, tapi sudah hafal Juz 30 Al Qur’an,” ungkap Akhyar saat memberikan sambutan dalam Wisuda Tahfidz Qur’an dan Pentas Seni SMP SMA Kesatria bertemakan ‘mencetak kader terbaik bangsa yang berakhlak’, Jumat (28/2/2020) pagi.

    Dalam kesempatannya, Akhyar mengaku sangat senang sekali bisa hadir di sini bersama anak-anak penghafal Al-Qur’an.

    “Tadi Pak Kus menyampaikan, walaupun perguruan pendidikan ini nasional, tapi nilai-nilai agama tidak lupa diterapkan kepada anak-anak. Sesungguhnya kalau saya pribadi punya pandangan Pak, tidak ada dikotomi itu, tidak ada pendidikan umum, pendidikan agama. Sebenarnya yang ada hanyalah mempelajari ciptaan Allah, mempelajari keteraturan, mempelajari sunnatullah. Pendidikan itu sebenarnya hanya meneliti, mencari kebenaran sunatullah, karena alam ini diciptakan Allah. Tugas manusia mempelajari kesempurnaan Allah dan manfaatkan kesempurnaan Allah untuk kemaslahatan kehidupan kita,” urainya.

    Sebenarnya, lanjut Akhyar, yang namanya profesor segala macam ahli, itu mereka sebenarnya mempelajari keteraturan yang diciptakan Allah.

    “Mau dia itu ahli fisika, ahli kimia, ahli astronomi, ahli kelautan, semuanya itu hanya akhirnya kesimpulan temuannya adalah keteraturannya. Ilmuwan itu hanya menemukan keteraturan ciptaan Allah. Jadi Bapak Ibu sekalian, Allah pun perintahkan pertama kepada Rasulullah Iqro. Iqro bismirobbikalladzi kholaq, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Artinya semua alam ini adalah ciptaan Allah, makanya kita pelajari juga ciptaan Allah,” tandasnya.

    Di sisi lain, Akhyar mengajak orangtua siswa dan masyarakat Kota Medan agar bersama menjaga kota ini.

    “Medan ini kan milik kita semua, rumah kita ini kan, saya mengajak kita semua di manapun, ayo kita jaga Kota Medan ini terutama saat ini super Alhamdulillah. Tadi Pak Kepala Sekolah sudah mengatakan bahwa sekolah kita ini sudah Go Green, saya apresiasi itu,” tuturnya.

    Tak lupa, Akhyar juga meminta untuk terus mewadahi sampah dan mengajak warga membikin cantik Kota Medan.

    “Wadahi sampah kita. Meski sudah ada petugas kita, dengan kita mewadahi sampah, petugas akan mudah kerja, tidak lagi berlama-lama sehingga menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

    Di akhir kesempatannya, Akhyar memberikan kuis kepada 4 siswa SMP dan menyerahkan tumbler sebagai motivasi kepada siswa untuk tidak memakai kemasan botol minuman sekali pakai.

    Selain itu, Akhyar juga turut menyerahkan sertifikat kepada 14 siswa siswi Tahfidz Quran Juz 30.

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Fredi Anwar mengaku sekolah mereka sudah mengikuti program Medan Merdeka Belajar.

    “Kemudian kami melakukan program go green. Siswa membawa air minum masing-masing dan membawa kotak makanan dari rumah. Karena kita lihat di televisi, ada seekor ikan paus terdampar ke permukaan. Setelah dibelah perutnya, ternyata isinya semua plastik. Inilah yang kita hindari ,maka kita mengimbau kepada seluruh siswa, baik SD, SMP dan SMA untuk membawa bekal masing-masing, membawa tumbler masing-masing,” ungkapnya.

    Kepada Akhyar, Fredi menyampaikan, wisuda ini terbilang sangat memuaskan. Di mana, Kalau dihitung, hafalan Juz 30 ini ditargetkan selama setahun.

    “Anak-anak kita yang sudah khatam Juz 30, sebenarnya kalau dihitung hari atau bulan, mereka belum sampai nih Pak, hanya 8 bulan saja. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu jembatan untuk keluarganya agar dimasukkan ke dalam syurga,” ujarnya.

    Dirinya juga menyampaikan dan berharap agar Plt Walikota Medan dapat memberikan beasiswa kepada anak yang berprestasi.

    “Program Perguruan Kesatrian setiap hari ada Asmaul Husna, ada Muroja’ah nya. Kemudian dalam satu semester, kami mengadakan Mabit yaitu ada Tahajud, ada Jumat berbagi, Insya Allah walaupun kami Sekolah Nasional, tapi program-program Islam Terpadu tidak lupa kami tunjukkan,” tegasnya. (rel)

    Berikan Komentar

Fanspage

Arsip